Mahasiswa di Padang ini Ciptakan Alat Antibegal - covesia (Siaran Pers)

Hallo sahabatku, INFO GADGET DAN TEKNOLOGI, Kita jumpa lagi Pada Artikel ini. Pada hari ini , saya telah siap membagikan artikel sederhana buat anda. Yang anda baca kali ini dengan judul Mahasiswa di Padang ini Ciptakan Alat Antibegal - covesia (Siaran Pers), Kami berharap isi postingan Artikel Gadget, Artikel Tekno, ini bisa bermanfaat buat kita semua.

Saran Artikel :


 Mahasiswa di Padang ini Ciptakan Alat Antibegal


Covesia.com - Pergi dari tak jarang terjadinya tindak kejahatan begal belakangan ini di Kota Padang, Sumatera Barat serta juga berbagai daerah lain di Indonesia, berubah bahan pemikirin bagi tiga orang mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Padang, untuk berinovasi menciptakan suatu  alat canggih untuk meminimalisir tindak kejahatan begal tersebut.

Dari kerisauaan itulah, Tiara Ramayani, Bobby Kurniawan, serta Fauziah Wulandari berkolaborasi menciptakan alat yang mereka namakan Gelang Antibegal (Gibal).

Mereka mengklaim alat tersebut sanggup berubah solusi konkret pencegahan dini aksi kejahatan berbasis mikrokontroller. 

Tiara Ramayani selaku Ketua Tim Pengembangan Gibal, terhadap covesia.com menceritakan, penggunaan Gibal tersebut lumayan mudah, pemakai nantinya cuma menekan tombol pada Gibal waktu mengalami bisa juga lagi dalam kondisi terancam. Info situasi terhadap pemakai selanjutnya bakal dengan-cara otomatis terkirim ke nomor handphone pihak keluarga bisa juga kerabat yang mana sebelumnya telah di-input terlebih dahulu ke dalam sistem Gibal. Nantinya, nomor handphone yang dimasukkan bakal menerima notifikasi SMS dari pengguna.

"Selain menginformasikan posisi terkini, sistem Gibal juga sanggup mendeteksi detak jantung pengguna. Seluruh info pemakai bakal dikirim ke handphone keluarga bisa juga kerabat dengan-cara cepat dengan kondisi terkini," ungkap Tiara, Kamis (2/8/2018).

Lebih lanjut kata Tiara, waktu ini mereka tetap dalam bagian pengembangan serta penyempurnaan terhadap Gibal, bagus itu terkait sistim maupun tampilan dari Gibal sendiri.

"Kita tetap semakin mengembangkan sistim Gibal ini, bagus dari sistim, software serta tampilan bentuk Gibal ini," kata Tiara.

Ia mengungkapkan dalam produksi Gibal tersebut mereka telah melakukan tiga kali metode percobaan bagus itu dalam sisi bentuk serta penyempurnaan perangkat yang ada pada Gibal.

"Percobaan pertama serta kedua kami membikin dengan bentuk Gibal yang agak besar serta selanjutnya perangkat yang cepat memboroskan batrai, itu dikarenakan pada awalnya kita_semua menggunakan_dengan sim card untuk data internet supaya bisa terhubung. Namun selanjutnya kita_semua hilangkan lantaran daya batrai cepat habis apabila menggunakan_dengan data internet melewati sim card. Sehingga waktu ini sistim Gibal tetap bergantung terhadap personal hotspot di handphone pengguna. Yang jelas apabila ada jaringan internet maka Gibal bakal berfungsi," jelas Tiara.

Sementara itu, Bobby, tim pengembangan Gibal, lebih lanjut menyatakan waktu ini pihaknya bakal membentuk komunitas Gibal untuk memudahkan jalan masuk dengan-cara cepat bagi pemakai apabila merasa terancam bisa juga berubah korban kejahatan begal.

Selain itu, komunitas ini juga bakal dengan-cara tak langsung mempromosikan Gibal terhadap masyarakat luas.

"Di samping mengembangkan serta menyempurnakan, kita_semua juga melakukan promosi. Mudah-mudahan Gibal bisa diterima di masyarakat luas," ujarnya.

Dalam produksi Gibal ini mereka cuma terhalang dengan pembelian perangkat bisa juga suku cadang untuk produksi Gibal ini, yang mana semua mereka pesan dengan-cara online di pulau Jawa.

"Ya, kita_semua cuma terhalang pembelian perangkat itu saja yang wajib kita_semua pesan dari jawa, kami telah putar di Kota Padang ini tak sempat ketemu orang menjualnya," sebut Bobby.

Dan dalam produksi satu unit Gibal ini kata mereka, telah mengerjakan dalam jangka waktu dua bulan dengan menelan anggaran lebih tak lebih Rp 200 ribu.

Sementara itu, Cipto Prabowo, Dosen pengajar prodi teknik komputer  mengatakan, produksi Gimbal ini adalah suatu  proyek dari salah satu pratikum serta pengembangan dari apa yang telah mereka pelajari sebelumnya.

Sebelum mengembangkan alat ini kata Cipto, mereka telah memasukan proposal ke kemenristekdikti untuk melanjutkan proyek tersebut.

Sumber :
Mahasiswa di Padang ini Ciptakan Alat Antibegal
Oh ya sebelum lanjut mungkin anda juga tertarik artikel berikut ini:

Saran Artikel :


Komentar

LC FOTOKOPI MELAYANI ;


SPONSOR